Teobaldus Hemma Desak Pemda Kabupaten Manggarai Tuntaskan Pembangunan Infrastruktur jalan di Desa Renda Kecamatan Satar Mese Utara.

MATIM, CAHAYANTT.COM – Masyarakat Kabupaten Manggarai Desa Renda Kecamatan Satar Mese Utara kembali berharap dan mendesak Pemerintah Daerah agar segera menuntaskan pembangunan serta perbaikan infrastruktur jalan yang hingga hari ini masih menjadi persoalan serius di berbagai wilayah. Jalan merupakan urat nadi kehidupan masyarakat karena menjadi penghubung utama antara desa, kecamatan, pusat ekonomi, sekolah, fasilitas kesehatan, dan berbagai aktivitas sosial lainnya.

Ketika kondisi jalan rusak, berlubang, sempit, dan sulit dilalui terutama saat musim hujan, maka dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat kecil, petani, pelajar, pedagang, hingga tenaga kesehatan yang setiap hari harus berjuang melewati akses yang tidak layak. Karena itu, pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik biasa, melainkan kebutuhan mendasar yang menentukan maju atau tertinggalnya suatu daerah. Pemerintah Daerah Manggarai perlu menjadikan persoalan infrastruktur jalan sebagai prioritas utama demi menjawab harapan masyarakat yang selama bertahun-tahun menginginkan perubahan nyata.

Banyak wilayah di Manggarai masih menghadapi kondisi jalan yang memprihatinkan. Di sejumlah desa, masyarakat harus menempuh perjalanan panjang dengan medan rusak untuk membawa hasil pertanian ke pasar. Tidak sedikit kendaraan mengalami kerusakan akibat kondisi jalan yang buruk. Situasi ini tentu merugikan masyarakat dari sisi ekonomi maupun keselamatan.

Para petani yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah sering kali kesulitan mendistribusikan hasil panen karena akses transportasi tidak memadai. Akibatnya, biaya distribusi meningkat dan harga jual hasil pertanian menjadi rendah. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka kesejahteraan masyarakat akan sulit meningkat. Oleh sebab itu, Pemerintah Daerah harus bergerak cepat dengan menyusun langkah konkret dan terukur untuk memperbaiki seluruh ruas jalan yang rusak serta memastikan pembangunan infrastruktur dilakukan secara merata hingga ke pelosok desa.

Selain berdampak pada ekonomi, buruknya infrastruktur jalan juga mempengaruhi sektor pendidikan dan kesehatan. Banyak pelajar di daerah terpencil harus melewati jalan berlumpur dan licin demi mencapai sekolah. Saat musim hujan tiba, beberapa akses bahkan sulit dilalui sehingga menghambat kegiatan belajar. Kondisi ini tidak boleh dianggap biasa karena pendidikan adalah hak dasar setiap anak. Demikian pula di bidang kesehatan, masyarakat yang membutuhkan penanganan darurat sering terlambat sampai ke fasilitas kesehatan akibat akses jalan yang buruk. Situasi seperti ini sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Infrastruktur jalan yang baik akan mempercepat pelayanan kesehatan, mempermudah mobilitas guru dan tenaga medis, serta membuka peluang pembangunan di berbagai sektor lainnya.

Masyarakat Manggarai tentu memahami bahwa pembangunan membutuhkan proses dan anggaran yang tidak sedikit. Namun masyarakat juga berharap adanya keseriusan, transparansi, dan komitmen kuat dari pemerintah dalam menyelesaikan persoalan jalan yang selama ini terus menjadi keluhan. Pemerintah tidak cukup hanya memberikan janji saat masa kampanye atau sekadar melakukan perbaikan sementara yang cepat rusak kembali. Yang dibutuhkan masyarakat adalah pembangunan jalan yang berkualitas, tahan lama, dan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang. Karena itu, pengawasan terhadap proyek infrastruktur juga harus diperketat agar pelaksanaan pekerjaan sesuai standar dan tidak merugikan masyarakat.

Pemerintah Daerah Manggarai juga diharapkan mampu membangun koordinasi yang baik dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat agar dukungan anggaran untuk pembangunan jalan dapat ditingkatkan. Potensi daerah Manggarai sangat besar, baik di sektor pertanian, pariwisata, maupun perdagangan. Namun semua potensi tersebut tidak akan berkembang maksimal tanpa dukungan infrastruktur yang memadai. Jalan yang baik akan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, menarik investasi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Karena itu, pembangunan jalan harus dipandang sebagai investasi masa depan, bukan sekadar pengeluaran anggaran rutin.

Masyarakat juga berharap agar pemerintah lebih mendengar suara rakyat di lapangan. Keluhan terkait kerusakan jalan sudah lama disampaikan sejak pembangunan infrastuktur jalan di Desa Renda Kecamatan Satar Mese Utara yang tidak terselesaikan sampai tuntas dalam pelaksanaan pembangunan infrastuktur jalan tersebut. Namun, banyak warga yang belum mendapatkan solusi nyata. Pemerintah harus hadir dengan tindakan cepat dan nyata, bukan menunggu masalah yang semakin parah. Aspirasi masyarakat merupakan bentuk kepedulian terhadap pembangunan daerah dan seharusnya menjadi bahan evaluasi untuk pemerintah agar bekerja dengan maksimal.

Teobaldus Hemma, pemuda Desa Renda yang berasal dari kampung Lukup berharap sudah saatnya Pemerintah Daerah Manggarai menunjukkan keberpihakan yang nyata kepada masyarakat dengan mempercepat pembangunan dan perbaikan jalan di seluruh wilayah. Infrastruktur yang baik akan menghadirkan rasa aman, kenyamanan, dan harapan baru bagi masyarakat. Jalan yang layak bukan hanya mempermudah perjalanan, tetapi juga membuka akses menuju pendidikan yang lebih baik, pelayanan kesehatan yang cepat, serta pertumbuhan ekonomi yang merata. Masyarakat Manggarai tidak menginginkan janji yang berulang, melainkan tindakan nyata yang dapat dirasakan langsung manfaatnya. Oleh karena itu, Pemda Manggarai perlu segera mengambil langkah serius, terukur, dan berkelanjutan demi menuntaskan persoalan infrastruktur jalan sebagai bagian dari tanggung jawab untuk membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat.

Penulis: OncikEditor: Rony wangge
Exit mobile version