CAHAYANTT.COM – Polsek Wolowaru, Polres Ende Polda NTT terus berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari aksi perundungan. Langkah nyata ini ditunjukkan oleh Kapolsek Wolowaru Ipda Ubaldus Maku, S.Sos., yang turun langsung menjadi pemateri dalam kegiatan Sosialisasi Anti-Bullying di Aula SMA Negeri 1 Wolowaru Desa Nakambara Kecamatan Wolowaru Kabupaten Ende pada Rabu (10/06/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 Wita ini disambut antusias oleh ratusan siswa, jajaran guru serta Kepala Sekolah SMAN 1 Wolowaru, Alex Mbete, S.Pd., M.Pd., dan Wakasek Humas, Sahudan, S.Pd. Turut mendampingi Kapolsek dalam giat tersebut, Banit Pospol Moni, Bripda Fadil Saputra Sahudan.
Dalam pemaparannya, Kapolsek Wolowaru Ipda Ubaldus Maku, S.Sos menekankan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk menuntut ilmu, bukan tempat berkembangnya tindakan perundungan (bullying) maupun kenakalan remaja lainnya.
Adik-adik sekalian adalah masa depan bangsa. Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tidak hanya tugas polisi, tetapi juga tanggung jawab kita bersama, termasuk para pelajar. Mulailah dengan menjaga kedisiplinan dan saling menghargai di lingkungan sekolah. ujar Ipda Ubaldus di hadapan para siswa.
Kapolsek juga mengajak para siswa untuk menjadi “mata dan telinga” sekolah. Mereka diimbau untuk tidak takut melaporkan kepada guru atau pihak kepolisian jika melihat atau mengalami tindakan mencurigakan, perundungan, maupun peredaran gelap narkoba.
Selain memberikan pemahaman hukum, Polsek Wolowaru juga mendorong kolaborasi kuat antara tiga pilar penting, yaitu:
Pihak Sekolah: Melalui penegakan aturan disiplin yang ketat.
Orang Tua: Melalui pengawasan intensif di rumah.
Kepolisian: Melalui program Polri Go To School dan Polisi Sahabat Pelajar.
Ada yang unik dari pendekatan yang dilakukan Polsek Wolowaru kali ini. Guna mengalihkan energi remaja ke arah yang lebih positif dan kreatif, Kapolsek Wolowaru juga memperkenalkan program perlombaan tarian adat lokal, yaitu Lomba Tarian Gawi Ende Lio.
”Kami ingin para pelajar menyalurkan kreativitas mereka melalui pelestarian budaya daerah, bukan pada aksi-aksi negatif di jalanan atau media sosial,” Ucapnya.
Di era digital sekarang ini para siswa untuk bijak bermedia sosial (Instagram dan Facebook) serta aktif mengampanyekan gerakan anti-bullying secara online. Tambahnya.
Kepala Sekolah SMAN 1 Wolowaru, Alex Mbete, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran dan kepedulian Polsek Wolowaru terhadap masa depan anak didiknya.
”Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolsek dan jajaran. Edukasi seperti ini sangat penting untuk membentengi mental anak-anak kami dari pengaruh buruk lingkungan luar dan bahaya bullying,” tutur Alex Mbete.
Kegiatan sosialisasi yang berlangsung interaktif ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Polsek Wolowaru menegaskan akan melakukan evaluasi dan pemantauan secara berkala ke sekolah-sekolah di wilayah hukumnya demi memastikan terciptanya generasi muda Ende yang berprestasi dan sadar hukum.
