Oleh :Patrisius Akinsius Pedi.
ENDE, CAHAYANTT.COM – Mahasiswa asal Kabupaten Ende yang tengah menempuh pendidikan di Kota Kupang, mengkritisi realisasi tagline “Ende Baru untuk Semua” yang sebelumnya disampaikan Bupati Ende pada masa kampanye politik.
Menurut Angky, apabila merujuk pada kondisi pembangunan daerah saat ini, slogan tersebut dinilai belum sepenuhnya terealisasi secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Ende. Ia menilai arah pembangunan masih cenderung terpusat pada kawasan perkotaan, sementara masyarakat di wilayah pedesaan masih menghadapi berbagai persoalan infrastruktur dasar.
“Jika merujuk kembali pada tagline ‘Ende Baru untuk Semua’, maka semestinya pembangunan dapat dirasakan secara menyeluruh oleh seluruh lapisan masyarakat. Namun realitas yang terlihat hari ini menunjukkan adanya ketimpangan pembangunan antara wilayah kota dan desa,” ujar Angky Pedi kepada media 20/05/2026.
Ia menyoroti sejumlah persoalan yang hingga kini masih dialami masyarakat desa, mulai dari kondisi jalan yang rusak, keterbatasan akses transportasi, hingga minimnya jaringan telekomunikasi dan internet di beberapa wilayah pedalaman.
Menurutnya, pemerintah daerah saat ini lebih menitikberatkan perhatian pada penataan kawasan kota dan pembangunan fisik yang bersifat visual, dibanding menyelesaikan kebutuhan mendasar masyarakat di desa.
“Pemerintah terlihat lebih fokus pada pembangunan yang tampak secara fisik di wilayah kota, termasuk penataan kawasan yang berdampak pada penggusuran rumah warga yang diklaim berada di atas tanah pemerintah. Sementara itu, masyarakat di desa masih menghadapi kesulitan akses jalan dan jaringan komunikasi yang belum memadai,” tegasnya.
Angky menilai pembangunan daerah seharusnya tidak hanya berorientasi pada estetika dan citra perkotaan, tetapi juga harus mengedepankan prinsip pemerataan pembangunan dan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa slogan pembangunan yang disampaikan kepada publik pada masa kampanye seharusnya diwujudkan melalui kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat secara menyeluruh, termasuk masyarakat yang berada di wilayah terpencil.
“Tagline ‘untuk semua’ tidak boleh berhenti sebatas narasi politik. Pemerintah daerah harus memastikan bahwa masyarakat desa juga memperoleh hak yang sama terhadap pembangunan, baik dari sisi infrastruktur, akses komunikasi, maupun pelayanan dasar lainnya,” katanya.
Sebagai mahasiswa asal Ende yang saat ini menempuh pendidikan di Kupang, Angky berharap Pemerintah Kabupaten Ende dapat melakukan evaluasi terhadap arah dan prioritas pembangunan daerah agar visi ‘Ende Baru untuk Semua’ benar-benar diwujudkan secara adil, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Ende.
