Tidak Kunjung Diperbaiki, Warga 4 Desa di Kotabaru Ende Gotong Royong Tambal Jalan Berlubang Secara Swadaya

ENDE, CAHAYANTT.COM – warga 4 Desa melaksanakan kegiatan gotong royong dengan menambal sejumlah lubang jalan yang selama bertahun-tahun dibiarkan rusak. Rabat beton, jalan menuju Desa pise, dan 3 desa lainnya yang selama ini menjadi titik rawan karena kondisi jalan bebatuan, licin dan membahayakan di saat musim hujan. Jalan tersebut merupakan akses poros tengah dari beberapa Desa yang setiap hari dilalui warga, termasuk anak-anak dan guru-guru yang berangkat ke sekolah. Selasa (26/05/2026).

Akses jalan penghubung antar desa di Kecamatan Kotabaru yakni Desa Pise, Hangalande, Lise Lande dan Tiwu Sora rusak berat. Kondisi akses jalan penghubung antar desa di Kecamatan Kotabaru tergerus banjir, membuat pengendara roda dua maupun roda empat harus berhati – hati melewati beberapa titik ruas jalan tersebut. Hal ini berdampak pada hasil bumi para petani di 4 Desa tersebut dihargai dengan harga yang tidak wajar.

Dengan peralatan sederhana dan bahan tambal seadanya, para warga terlihat bekerja menutup lubang-lubang yang selama ini dikeluhkan warga. Khususnya pengendara roda dua yang paling rentan mengalami kecelakaan akibat jalan rusak.

Salah satu pemuda berinisial AW kepada Cahayantt.com, mengungkapkan bahwa kondisi ruas jalan tersebut telah bertahun – tahun dirasakan oleh warga maupun warga desa tetangga, minimnya perhatian dari pemerintah daerah. inisiatif ini lahir dari keresahan masyarakat atas tingginya angka kecelakaan lalu lintas di kawasan tersebut, Kondisi jalan berlubang memang kerap menjadi masalah klasik, terutama pada malam hari dan saat musim hujan.
Pembangunan rabat beton tersebut dilakukan dua hari berturut-turut karena banyaknya insiden kecelakaan akibat kondisi jalan yang ekstrim. “Sudah banyak warga yang jatuh tergelincir. Bahkan kemarin ada yang sampai terjatuh masuk got karena kondisi jalan seperti kali mati,” ujarnya.

“Kondisi tersebut memicu keresahan warga, terlebih jalan tersebut menjadi jalur utama dan menjadi urat nadi 4 desa untuk akomodasi hasil bumi dan aktivitas masyarakat. Ini jalan poros, anak-anak kami juga setiap hari lewat sini untuk sekolah,” tambah warga lainnya.

“ Kalo musim hujan, beberapa anak kali di wilayah desa kami akan meluap dan hal ini membuat kami tidak bisa kemana – mana, apalagi tidak adanya jembatan penghubung untuk akses masuk dan keluarnya dri desa kami sehingga hal ini cukup menyulitkan kami, anak – anakpun tidak bisa bersekolah jika musim hujan tiba,” jelasnya.

Meski mengambil langkah swadaya, warga tetap berharap pemerintah Daerah dapat turun tangan membantu penyelesaian pembangunan jalan tersebut hingga tersambung ke jalan raya utama.

Tambah AW, Desa Hangalande dan 3 desa lainnya yakni Desa Pise, Liselande dan Tiwu Sora merupakan desa dengan penghasil Kemiri terbesar di kecamatan Kotabaru, Kabupaten Ende.Tidak hanya itu, potensi pariwisata dan komoditi lainnya seperti kakao dan jambu mente juga menjadi unggulan di empat desa tersebut.

“Kami berharap pemerintah Daerah tidak hanya memberi janji atau sekadar perencanaan. Kami butuh tindakan nyata, jangan sampai warga harus terus membangun sendiri seperti ini,” tegas perwakilan warga.

Aksi para warga ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian masyarakat dapat menjadi kekuatan penting dalam menjaga keselamatan bersama, sekaligus menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya perhatian terhadap infrastruktur dan fasilitas umum demi kenyamanan warga.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong masyarakat, sekaligus harapan agar pemerintah lebih responsif terhadap kebutuhan infrastruktur dasar jalur tengah penghubung kabupaten sika dengan Ende.

Exit mobile version