Hukrim  

Di duga BRI potong uang PKH Ibu Ana Maria Darmin Secara sepihak

CAHAYANTT.COM – Ibu Ana maria Darmin yang selaku penerima bantuan sosial dari pemerintah yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dari Desa Loboniki, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Ende mendatangi kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Ende di jalan Soekarno, Kamis (4/6/2026) pagi.

Ibu maria datang ke kantor cabang BRI Ende mengadu dan mempertanyakan uang bantuan pemerintah melalui program tersebut dipotong secara sepihak oleh BRI untuk mencicil utangnya yang pernah ia pinjam melalui BRI Unit Maurole.

Kepada beberapa wartawan di halaman Kantor Cabang BRI Ende, ibu maria Darmin menceritakan alasan kedatangannya dan juga menyampaikan kronologis uang bantuan dari PKH dipotong oleh pihak BRI.

Ibu maria menceritakan dirinya berasal dari Desa Loboniki, Kecamatan Kota Baru sudah ke kantor BRI Unit Maurole untuk cek uang bantuan PKH karena sebelumnya dirinya sudah cek di Brilink Kotabaru uang PKH yang masuk senilai Rp.5.499.826 setelah itu cek di Brilink Kolibewa saldo PKH sudah berkurang senilai Rp. 4.899.826 ungkapnya

Meski sudah cek melalui Brilink dengan kartu PKH miliknya dan diketahui uang sudah masuk namun tidak bisa ditarik. Kata ibu maria.

Karena tidak bisa tarik, kata ibu maria, dirinya mendatangi kantor BRI Unit Maurole untuk menanyakan soal hal tersebut.
Saat di kantor BRI Unit Maurole, ia membawa dengan buku dan bukti struk pengecekan di Brilink Kotabaru dgn Kolibewa lalu meminta petugas untuk print buku. Namun pihak petugas memberikan jawaban kepadanya bahwa uang belum masuk.

“Dua kali saya cek di Brilink ada uang tapi tidak bisa ditarik maka saya ke BRI Maurole. Saat saya minta print buku rekening kata teler uangnya belum masuk dan saya juga heran masa ada bukti struk yg saya cek di Brilink lalu kenapa pegawai BRI bilng uang belum masuk” kata ibu maria

ibu maria juga mengakui. Ia pernah pinjam di bank BRI unit Maurole sebesar Rp 10 juta pada tahun 2021 lalu dan baru angsur selama setahun karena suami sudah meninggal dan anaknya juga pergi merantau sehingga angsuran tersebut macet. kata ibu maria.

Atas jawaban tersebut ibu maria mengaku heran karena uang sisa pinjaman tersebut bisa masuk di rekening PKH miliknya.

Ibu maria juga mengatakan hal yang sama pernah dialaminya pada Maret 2026 lalu. Saat itu uangnya masuk sebesar Rp 600 ribu. Saat ia ke BRI Unit Maurole untuk menarik uang tersebut namun ia mendapati pemberitahuan dari petugas bahwa uang itu dipotong untuk cicil utang.

“Saat itu saya kaget kenapa potong tanpa sepengetahuan saya. Seharusnya konfirmasi dulu dengan saya baru Porong tai ini sy tidak tau main potong saja,” kata ibu maria.

Ibu maria menjelaskan kedatangan saya ke BRI Cabang Ende hari ini untuk menanyakan hal tersebut dan berharap uang bantuan PKH itu dikembalikan kepada lagi.
Saya mau ketemu pimpinan di kantor cabang Ende karena tidak puas dengan jawaban di unit Maurole. Saya mau tanya kenapa dipotong tanpa sepengetahuan saya dan uang tersebut bisa di kembalikan lagi senilai 4 juta lebih,” kata ibu maria

http://cahayantt.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260518-WA0006.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *