MATIM, CAHAYANTT.COM – Hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan banjir bandang wae musur menerjang Crossway penghubung sok dan tiga desa sebelah wae musur. Rabu, 13 Mei 2026.
Dampaknya ada tiga desa yang terisolasi karena akses transportasi lumpuh total. Tiga desa desa tersebut ialah: Desa beangencung, desa lidi dan desa satar lenda. Warga meminta kepada pemerintah Manggarai Timur agar segera membangun jembatan permanen karena Crossway tidak bisa menahan debit air yg cukup besar, penjelasan dari Sekertaris Desa bea ngencung ( PJ)
Laporan tersebut lewat akun Facebook resmi, bahwa, PJ meminta bantuan dengan Pemda matim agar cepat respon dengan banjir tersebut yang mengakibatkan tiga desa terisolasi.
(PJ) juga menjelaskan dampak dari kejadian banjir bandang ini, aktivitas warga, distribusi logistik dan mobilitas antara wilayah terganggu.
Dia juga permohonan dengan Bupati Manggarai Timur, BPB dan personel, meminta untuk menurutkan alat berat di lokasi bencana guna membuka akses jalan dengan cepat.
Kondisi saat ini jalur menuju tiga desa tidak bisa dilalui jelas PJ.
Kemudian banjir wae musur kombinasi alami,curah hujan tinggi + bentuk sungai yang bercabang lebar di tambah dengan faktor infrastruktur yang belum memadai.
Pemerintah daerah sudah ada rencana tapi sekarang mentok di tahap usul terus, ukur terus dan foto terus, katanya.
Nasip kami sejak dari Indonesia merdeka sampe sekarang tidak ada mengalami perubahan.
Sehingga kami meminta Bupati, BPB, PUPR dan DPRD Manggarai Timur agar hadirkan alat berat di lokasi Wae musur yang penghubung tiga desa itu, Tutup PJ.













