ENDE, CAHAYANTT.COM – Komunitas pemuda generasi Udayana Ende Kembali mencuri perhatian publik lewat aksi nyata mereka di lapangan. dengan menambal sejumlah lubang jalan yang selama bertahun-tahun dibiarkan rusak. di Jalan Udayana, Kelurahan Onekore, Kecamatan Ende Tengah, kabupaten Ende, NTT.
Aksi sosial tersebut dilakukan secara swadaya pada Selasa (26/5/2026) sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan warga dan pengguna jalan.
Dengan peralatan sederhana dan bahan tambal seadanya, para relawan terlihat bekerja menutup lubang-lubang yang selama ini dikeluhkan warga. khususnya pengendara roda dua yang paling rentan mengalami kecelakaan akibat jalan rusak.
Koordinator aksi, Donal Gesi Raja, mengatakan inisiatif ini lahir dari keresahan masyarakat atas tingginya angka kecelakaan lalu lintas di kawasan tersebut, Kondisi jalan berlubang memang kerap menjadi masalah klasik, terutama pada malam hari dan saat musim hujan. Genangan air sering menutupi lubang sehingga sulit terlihat oleh pengendara, yang berujung pada meningkatnya risiko kecelakaan. Kondisi jalan yang berlubang dan tergenang air dinilai sangat membahayakan pengendara karena kerusakan permukaan jalan sulit terlihat.
“Jalan ini sudah bertahun-tahun berlubang dan belum ada perbaikan. Kecelakaan sudah sering terjadi, bahkan kemarin saja ada dua kejadian lakalantas pada pukul: 19.00 WIT yang kami dengar dari laporan warga. Kami tidak ingin ada korban berikutnya, sehingga kami berinisiatif mengajak generasi muda dan warga untuk bergerak bersama,” ungkap Donal di saat kegiatan perbaikan jalan.
Meski menghadapi keterbatasan dana dan material, generasi pemuda Udayana tetap berinisiatif melakukan perbaikan secara gotong royong. Material yang digunakan berasal dari sumbangan tema- teman dan warga sekitar, sementara pengerjaan dilakukan oleh pemuda Udayana yang sebagian memiliki keterampilan sebagai tukang bangunan.
Mereka menggunakan campuran beton tiga kali satu dengan komposisi khusus agar hasil tambalan cukup kuat dan aman dilalui kendaraan.
“Kesulitan tentu ada, terutama soal material. Tetapi kami bergerak atas dasar kesukarelaan dan kepedulian. Lubang-lubang ini ada di depan mata kami sendiri, di lingkungan kami. Jadi tidak harus selalu menunggu pemerintah, masyarakat juga harus memiliki rasa tanggung jawab menjaga lingkungan,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, warga diminta memahami adanya penutupan sementara ruas jalan selama satu atau dua hari ke depan guna memberi waktu proses pengerasan beton agar hasil perbaikan lebih tahan lama.
Selain melakukan perbaikan jalan, warga juga berharap pemerintah daerah dapat memberi perhatian lebih terhadap kondisi infrastruktur di wilayah perkotaan, termasuk penyediaan penerangan jalan umum yang dinilai masih minim di kawasan tersebut.Kurangnya lampu penerangan disebut menjadi salah satu faktor utama meningkatnya risiko kecelakaan pada malam hari.
“Kami memahami mungkin ada keterbatasan anggaran dan program dilakukan bertahap. Tetapi harapan kami, kalau belum bisa diperbaiki total, setidaknya lubang-lubang ini ditutup sementara agar tidak terus memakan korban. Kami juga berharap penerangan jalan bisa segera hadir di Jalan Udayana supaya wilayah ini lebih terang dan aman,” ungkap Donal.
Aksi para pemuda ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian masyarakat dapat menjadi kekuatan penting dalam menjaga keselamatan bersama, sekaligus menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya perhatian terhadap infrastruktur dan fasilitas umum demi kenyamanan warga.
Aksi Generasi Udayana ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk ikut peduli terhadap lingkungan sekitar. Meski demikian, banyak pihak menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat seharusnya menjadi pelengkap, bukan menggantikan peran pemerintah dalam menyediakan infrastruktur yang layak dan aman.
