Bupati Ende Tekankan Kolaborasi Pentahelix Kunci Utama Mitigasi Bencana yang Efektif

ENDE, CAHAYANTT.COM – Bupati Ende, Yosef Badeoda. menekankan pentingnya penerapan kolaborasi pentahelix dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di Kota Ende Tercinta ini. Hal ini disampaikannya saat kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Penanggulangan Bencana Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Paroki St. Yosef Onekore pada Senin, (25/05/ 2026).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende menggelar Rapat Koordinasi Daerah yang mengusung tema: “Penguatan Peran Pentahelix dalam Penanggulangan Bencana”. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Ende, Yosef Badeoda.
Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, di antaranya Kapolres Ende, Dandim 1602/Ende, perwakilan Kejaksaan Negeri Ende, Pengadilan Negeri Ende, para pimpinan OPD, camat, kepala desa, media, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Ketua Panitia Rakorda, David S. Nonga, ST, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas dan sinergi seluruh stakeholder dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Kabupaten Ende.

Kami terus mendorong sinergi dan kolaborasi pentahelix antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat untuk bersama-sama berkontribusi dalam penanganan isu bencana Kolaborasi ini sangat penting, terutama bagi pemerintah yang harus merangkul masyarakat, akademisi, sektor swasta, media, serta unsur pendukung seperti TNI dan Polri yang akan membantu pada saat situasi darurat,” ujarnya.

Kolaborasi pentahelix merupakan model kerja sama yang melibatkan lima sektor utama: pemerintah, masyarakat, akademisi, sektor swasta, dan media. Pendekatan ini telah terbukti efektif dalam menciptakan ketangguhan kolektif dalam menghadapi bencana dan memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi.

Ia menambahkan, rakorda ini juga menjadi forum strategis untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat dijadikan pedoman bagi pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Dandim 1602/Ende, Kapolres Ende, Ketua TP PKK Ende, serta Kepala BPBD Kabupaten Ende. Rakorda kemudian ditutup dengan simulasi penanggulangan bencana letusan gunung api sebagai bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan.

Sementara itu, Bupati Ende Yosef Badeoda dalam sambutannya menegaskan pentingnya rakorda sebagai sarana memperkuat sinergi, koordinasi, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana. Ia menyebutkan bahwa Kabupaten Ende memiliki kondisi geografis yang rentan terhadap berbagai jenis bencana, baik hidrometeorologi, geologi, maupun non-alam. Oleh karena itu, diperlukan kesiapsiagaan dan mitigasi yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan.

Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi harus melibatkan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, relawan, hingga masyarakat luas,” tegasnya.

Yosef Badeoda mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Ende telah mengalokasikan anggaran penanggulangan bencana dalam APBD Tahun 2026. Anggaran tersebut difokuskan pada perlindungan masyarakat, pemulihan hak korban bencana, serta belanja tidak terduga. Ia juga menekankan bahwa paradigma penanggulangan bencana saat ini harus bergeser, tidak hanya berfokus pada penanganan pasca bencana, tetapi lebih pada upaya mitigasi, pencegahan, kesiapsiagaan, dan penguatan kapasitas masyarakat. Advertising

Melalui forum ini, saya mengajak seluruh peserta untuk menyatukan persepsi, memperkuat komitmen, serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam upaya pengurangan risiko bencana di Kabupaten Ende. Kegiatan rapat koordinasi daerah ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama lintas sektor, meningkatkan kesiapsiagaan, dan mengembangkan strategi mitigasi yang lebih baik di masa mendatang.

http://cahayantt.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260518-WA0006.jpg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *