LEMBATA – Agen BRILink “Ama Sayang” mengaku memperoleh keuntungan dari pelayanan transaksi keuangan masyarakat di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Berdasarkan data yang dihimpun, hingga saat ini terdapat 1.036 agen BRILink yang tersebar di 9 kecamatan dan 7 kelurahan. Dari total 144 desa di Lembata, lebih dari 120 desa telah memiliki agen BRILink. Rata-rata transaksi per bulan mencapai nilai penjualan (sales volume) sekitar Rp78 miliar.
Salah satu agen BRILink, Petrus Adriyanto Ama Sayang, mengatakan dirinya mampu melayani sekitar 700 hingga 800 transaksi setiap bulan, khususnya di wilayah Kota Lewoleba.
“Selama melayani masyarakat, kami tidak pernah menerima keluhan. Justru pengguna jasa mengakui proses transaksi di agen BRILink cepat dan mudah,” ujarnya.
Adriyanto mengungkapkan, dirinya telah bergelut sebagai agen BRILink selama belasan tahun. Ia mulai menjadi nasabah BRI sejak 2016, setelah mendapatkan informasi dari petugas keamanan di BRI Unit Lewoleba.
“Saya tertarik mengelola agen BRILink hingga sekarang, tahun 2026,” katanya.
Menurutnya, menjadi agen BRILink memberikan berbagai kemudahan, seperti dukungan fasilitas berupa mesin EDC, spanduk, hingga banner. Selain itu, setiap transaksi yang dilakukan memberikan keuntungan yang langsung masuk ke rekening agen.
“Keuntungan dari setiap transaksi langsung masuk ke rekening saya,” tambahnya.
Tidak hanya melayani transaksi, agen BRILink juga melayani pembukaan rekening baru serta referral pinjaman. Dalam layanan tersebut, agen akan membantu pendataan calon peminjam dan memperoleh keuntungan yang juga langsung masuk ke rekening.
Meski skala usahanya masih tergolong kecil, Adriyanto mengaku bersyukur atas kemitraan dengan BRI. Ia menyebut agen dengan skala besar berpeluang mendapatkan berbagai reward, seperti perjalanan umrah, logam mulia (emas), hingga pulsa listrik.
Selain itu, tersedia fasilitas dana talangan dari BRI yang bekerja sama dengan Bank Raya untuk membantu agen menambah modal saat kehabisan dana transaksi. Pengajuan dilakukan melalui aplikasi BRILink Mobile dan pencairan disesuaikan dengan volume transaksi.
“Ini sangat membantu kami dalam menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Adriyanto berharap BRI terus memberikan kepercayaan kepada dirinya sebagai agen BRILink ke depan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar waspada terhadap maraknya penipuan online yang mengatasnamakan BRI.
“Modusnya biasanya meminta transfer terlebih dahulu sebelum uang tunai diberikan, bahkan sering mencatut nama keluarga atau kerabat. Jika menerima telepon mencurigakan, sebaiknya segera diblokir,” tegasnya.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada BRI atas kepercayaan yang diberikan kepada agen BRILink Ama Sayang dalam melayani masyarakat di Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata.
















