CAHAYANTT.COM – Kepedulian terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), terus ditunjukkan Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, MY Esti Wijayati.
Melalui Program Indonesia Pintar (PIP) jalur aspirasi, politisi perempuan PDI Perjuangan tersebut memperluas jangkauan bantuan pendidikan bagi ribuan peserta didik di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebanyak 1.725 siswa yang tersebar di 19 sekolah di Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, tercatat sebagai penerima manfaat PIP Aspirasi MY Esti Wijayati.
Program bantuan pendidikan tersebut menyasar peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Tenaga Ahli Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati, Agustinus Yun Budiarta, menjelaskan bahwa Program Indonesia Pintar merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak, khususnya mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Hal tersebut disampaikan Agustinus saat menghadiri kegiatan sosialisasi PIP Aspirasi MY Esti Wijayati yang berlangsung di SDK Colol 2, Wuas, Kecamatan Lamba Leda Timur, Selasa (27/10/2026).
Menurut Yun Budiarta, program tersebut tidak hanya bertujuan memberikan bantuan finansial kepada peserta didik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah 3T.
“Program ini juga untuk memutuskan rantai kemiskinan, membekali generasi muda dengan pendidikan yang layak demi masa depan yang lebih baik,” jelasnya
Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk memperbaiki taraf hidup mereka pada masa mendatang.
Karena itu, keberadaan PIP diharapkan mampu memberikan kesempatan belajar yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, terutama di wilayah yang masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengakses layanan pendidikan.
Dalam sosialisasi tersebut, Yun Budiarta secara khusus menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama Program Indonesia Pintar adalah mencegah anak-anak putus sekolah akibat keterbatasan biaya pendidikan.
Menurutnya, persoalan ekonomi keluarga tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Melalui bantuan PIP, peserta didik diharapkan dapat memenuhi berbagai kebutuhan penunjang kegiatan belajar, seperti perlengkapan sekolah dan kebutuhan pendidikan lainnya.
“Program Indonesia Pintar ini (PIP) bertujuan agar membantu pemenuhan pribadi siswa itu sendiri, seperti buku tulis, seragam, sepatu dan meringankan beban biaya sekolah,” ujarnya.
Yun Budiarta menambahkan, bantuan tersebut merupakan salah satu langkah untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap dapat mengikuti proses pembelajaran secara berkelanjutan.
Dengan adanya dukungan biaya pendidikan, diharapkan risiko putus sekolah dapat ditekan, terutama bagi peserta didik yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
Lebih lanjut, Agustinus mengungkapkan bahwa sebanyak 19 sekolah di wilayah Kecamatan Lamba Leda Timur menjadi sasaran program PIP Aspirasi MY Esti Wijayati.
Dari jumlah sekolah tersebut, sebanyak 1.725 siswa tercatat sebagai penerima manfaat program.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya berencana mengunjungi seluruh sekolah yang menjadi sasaran program untuk melaksanakan sosialisasi secara langsung kepada orang tua maupun wali peserta didik.
Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai tujuan, manfaat, serta pemanfaatan bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar.
“Kita akan berkeliling ke semua sekolah tersebut agar bisa bertatap muka langsung dengan orang tua/wali siswa. Hal ini bertujuan agar orang tua/wali siswa bisa mendapatkan penjelasan yang detail terkait manfaat dari program beasiswa aspirasi ini,” ungkapnya.
Menurutnya, keterlibatan orang tua dan wali siswa menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan pendidikan benar-benar dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan belajar anak.
Melalui kegiatan sosialisasi langsung, pihaknya juga berharap tidak terjadi kesalahpahaman mengenai tujuan dan penggunaan dana bantuan PIP.
Penyaluran PIP melalui jalur aspirasi MY Esti Wijayati di Kecamatan Lamba Leda Timur menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan bantuan pendidikan bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur.
Sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, MY Esti Wijayati melalui program aspirasinya terus mendorong agar anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan.
Perhatian terhadap wilayah 3T dinilai penting mengingat pemerataan akses pendidikan masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk wilayah pedesaan dan pelosok.
Program Indonesia Pintar diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu mengurangi hambatan ekonomi yang dihadapi keluarga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.
Selain membantu pembiayaan kebutuhan sekolah, program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik dan mendorong orang tua untuk terus mendukung pendidikan anak hingga jenjang yang lebih tinggi.













